Mentaati Aturan...
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang saya hormati
Bapak Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Wakil Kepala
Sekolah, Bapak/Ibu guru serta staf pegawai, dan yang saya banggakan anak-anak kami sekalian. Selamat pagi!!!!
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena pagi
ini kita masih diberi kesehatan untuk mengikuti upacara bendera sebagaimana
biasanya.
Anak-anak kami
sekalian, Pada kesempatan ini Ibu ingin menyampaikan amanat tentang “Mentaati Aturan”. Aturan adalah
Ketentuan, perintah, patokan atau petunjuk yang harus ditaati oleh seseorang
atau kelompok untuk menciptakan ketertiban, keteraturan, dan disiplin dalam
masyarakat, tempat atau aktivitas.
Pernahkah kalian berpikir, untuk apa sebenarnya aturan itu dibuat?
Apakah hanya sekadar untuk membatasi kita? Apakah hanya sekadar untuk
menyulitkan kita? Atau justru sebaliknya, aturan itu ada untuk menjamin agar
hidup kita berjalan lebih baik, lebih tertib, dan lebih nyaman.
Coba bayangkan, kalau di sekolah ini tidak ada aturan. Bisa saja ada
anak yang melakukan bully seenaknya. Bisa saja ada yang malas masuk kelas, atau
berpakaian semaunya. Apa yang terjadi? Suasana belajar pasti kacau. Anak-anak
yang rajin akan terganggu,
anak-anak yang ingin belajar sungguh-sungguh akan merasa tidak nyaman.
Karena itu, aturan hadir untuk melindungi kita semua.
Anak-anak kami sekalian, aturan bukan semata-mata soal mengganggu atau
tidak mengganggu, tapi soal pembiasaan dan pembentukan karakter. Dari kecil,
sejak kalian SD, SMP, bahkan nanti kalian melanjutkan ke jenjang yang lebih
tinggi, kalian sudah diajarkan untuk mentaati peraturan. Tujuannya adalah agar ketika kalian sudah tidak berstatus pelajar
lagi, tapi sudah
menjadi masyarakat, kalian terbiasa hidup tertib, taat aturan, dan
disiplin.
Mari kita lihat contoh
sehari-hari di sekolah
ini:
·
Hari Senin, kalian datang tepat
waktu, berpakaian lengkap, mengikuti upacara dengan baik, berdiri tegak saat bendera
dikibarkan, dan mendengarkan amanat dari Bapak/Ibu
guru dengan tertib. Itu semua
adalah bentuk nyata tanggung jawab kalian dalam mentaati aturan sekolah.
·
Hari Selasa dan Rabu, kita melaksanakan kegiatan
literasi dan numerasi. Kalau kalian mengikuti
kegiatan itu dengan sungguh-sungguh, membaca dengan tenang, mengerjakan soal
dengan disiplin, itu pun bentuk nyata dari ketaatan terhadap aturan.
·
Hari Kamis, kita melaksanakan kegiatan Batak Day, dengan memakai
pakaian adat dan bangga
menunjukkan budaya kita. Kalau kalian melaksanakannya dengan tertib, berarti
kalian sudah menghormati aturan sekaligus melestarikan budaya daerah.
Nah, dari Senin
sampai Sabtu, setiap kegiatan punya aturan. Kalau semua dijalankan dengan baik,
hidup sekolah kita jadi teratur, nyaman, dan penuh makna.
Ketika kalian
sudah menjadi bagian dari masyarakat, aturan akan semakin banyak. Ada aturan
lalu lintas, aturan hukum, aturan agama, bahkan aturan di tempat kerja. Kalau
sejak sekolah kalian sudah terbiasa melanggar aturan, bagaimana nanti ketika
sudah dewasa? Bisa jadi kalian akan kesulitan menyesuaikan diri, bahkan bisa
merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Aturan itu ibarat
rambu lalu lintas. Kalau ditaati, perjalanan lancar, aman, dan sampai tujuan
dengan selamat. Kalau dilanggar, bisa tersesat, bisa celaka, bahkan bisa
membahayakan orang lain. Sama halnya dengan aturan di sekolah. Kalau kita
taati, suasana belajar nyaman, hidup tertib, dan cita-cita kalian akan lebih
mudah tercapai.
Anak-anak kami
sekalian, mari kita jadikan diri kita pelajar yang bukan hanya cerdas dalam
pengetahuan, tetapi juga cerdas dalam sikap. Orang cerdas itu bukan hanya yang
pintar berhitung atau pandai menghafal, tetapi
yang tahu kapan
harus taat, kapan
harus patuh, dan kapan harus memberi teladan.
Oleh karena itu, mari kita biasakan mentaati
aturan. Mulai dari hal-hal kecil: memakai seragam
dengan rapi, masuk kelas tepat waktu,
mengikuti upacara dengan
tertib, melaksanakan literasi
dan numerasi dengan sungguh-sungguh, mengikuti Batak
Day dengan bangga, olahraga dengan semangat, kebaktian dengan khidmat, tidak membully teman,
menjaga kebersihan, dan menghormati guru. Dari hal kecil inilah
karakter besar kalian dibentuk.
Demikian amanat
yang dapat Ibu sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa
menjadi bahan renungan untuk kita semua.
Terima kasih atas perhatian kalian.
Selamat
belajar, tetap semangat, dan mari kita songsong masa depan dengan disiplin dan
taat aturan. Sekian dan Terimah kasih.

Komentar
Posting Komentar