Say No to Bullying..

 

Yang Terhormat Ibu Kepala Sekolah,ibu dan bapak ghuru dan staf pegawai dan terlebih anak didik kamiyang kami cintai…Selamat Pagi

Yang Utama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuha yang Maha Esa atas berkat dan karuniaNya kitab isa berkumpul di sekolah yang kita cintai ini di pagi yang cerah ini.

Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk menyampaikan pidato singkat tentang sebuah isu yang sering terjadi di lingkungan sekolah, yaitu bullying.

Defenisi Bullying adalah tindakan menyakiti orang lain secara fisik, verbal, maupun emosional. Tindakan ini dapat terjadi di mana saja, termasuk di sekolah. Bullying dapat berupa ejekan, hinaan, ancaman, kekerasan fisik, dan bahkan pelecehan seksual.

Bullying menjadi masalah besar akhir-akhir ini karena para pelakunya adalah anak sekolah. Padahal orang tua mengirim anaknya sekolah agar terdidik dan menjadi orang yang baik.

Bullying bukan hanya memukul dan kekerasan fisik, namun juga kekerasan verbal yang diucapkan melalui kata-kata. Mengolok-olok teman, itu tidak baik, hal itu bisa membuat teman kalian merasa minder dan sedih.

Kalian harus melihat pada diri kalian sendiri dan memposisikan bagaimana jika kalian yang dibully? Saya minta kesadaran diri kalian untuk tidak menjatuhkan teman kalian baik dengan kata-kata ataupun kekerasan fisik.

Dampak bullying bagi korbannya sangatlah besar. Korban bullying dapat mengalami depresi, kecemasan, penurunan prestasi belajar, bahkan hingga bunuh diri. Oleh karena itu, bullying harus segera dihentikan.

Tak ada alasan untuk melakukan perundungan. Saat bullying terjadi, kita menciptakan lingkungan yang tak sehat dan tak ramah bagi korban. Ini juga bisa membuat korban merasa terasing dan merasa bahwa mereka tidak punya tempat di sekolah ini.

Bagaimana cara menghentikan bullying?

Pertama, kita semua harus sepakat untuk menolak semua jenis perundungan dan tidak mentoleransi tindakan bullying.

Kedua, kita harus berani untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang jika melihat tindakan bullying terjadi. Atau melaporkan kepada bapak/ibu guru kalua kita melihat atau pernah mengalami prundungan,kita tidak boleh tinggal diam membiarkan aksi perundungan ini berlanjut.Karena kalua kita diamkan,pelaku perundungan akan tetap merasa di atas angin dan merasa berkuasa.jadi kita harus hentikan….

Ketiga, kita harus memberikan dukungan kepada korban bullying agar mereka tidak merasa sendirian.bahkan kalua bisa kita beri sanksi sosial terhadap pelaku perundungan yang tidak mau berubah,yakni,kita Bersama-sama mengurangi aktivitas Bersama pelaku perundungan itu,jangan malah ikut-ikutan.

 

Marilah kita bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua orang. Sekolah yang bebas dari bullying. Ingatlah, bullying adalah luka yang tak kasat mata.

Luka yang dapat meninggalkan bekas seumur hidup.

Untuk itu, marilah kita semua bekerja sama untuk mengakhiri perundungan di sekolah kita. Mari kita mulai menghormati satu sama lain dan membuat sekolah ini jadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua.

Selain merugikan fisik, tindakan ini juga bisa merusak mental dan emosional korban sehingga mereka tidak merasa aman dan nyaman.

Harapan saya semua kita yang ada di lingkungan keluarga besar SMP Negeri 1 Pangaribuan ini harus yang anti bullying,Sekolah kita tidka mentolerir adanya bullying.

Saya tutup arahan saya ini dnegan pantun:

Putri kecil bermain tali

Ehh…Talinya putus becerai berai

Jangan jadi orang yang suka mem-bully

Mari kita saling menghargai.

 

Jalan-jalan ke pulau  Bali

Membawa oleh-oleh berupa kendi

Bila ada siswa/i suka mem-bully

Sudah bisa kita Pastikan dia tidak berbudi.


 Ikan jahit di dalam kuali

Ubur-ubur ikan lele

Di sekolah kita Jangan pernah ada bulli

Kita semua sepakat okey!


Manatap tu saba mansai Uli

Saba nai di Huta harianja

Unang adong hamu ianangkon Nami namabulli

Asa tanda hamu anak dht Boru niraja


 Pulo,Senin, 3 Pebruari 2024

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suara Demokrasi SMP Negeri 1 Pangaribuan

Beta Sai Tapaias....

Kedisiplinan